Minggu, 08 Desember 2019, WIB

Senin, 21 Jan 2019, 15:36:06 WIB, 148 View admin, Kategori : Lainnya

Jakarta (21/1)- Telah diselenggarakan Pertemuan Rencana Aksi Nasional HAM 2020-2024 di Ruang Direktur Hukum dan Regulasi Bappenas, bersama dengan Human Rights Working Group. Pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan pembahasan terkait evaluasi pelaksanaan dan evaluasi mekanisme monev dari Rencana Aksi Nasional HAM 2015-2019 yang akan digunakan dalam penyusunan kerangka pelaksanaan dan kerangka monev Rencana Aksi Nasional HAM 2020-2024, serta mekanisme koordinasi Sekretariat Bersama RANHAM. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ibu Prahesti Pandanwangi, Bapak Mardiharto Tjokrowasito, Alfiana Qisthi, Muhammad Syahputra Sandiyudha dari Direktorat Hukum dan Regulasi Bappenas dan Hafiz dari Human Rights Working Group. Poin – poin pembahasan pada kegiatan tersebut diantaranya mengenai Penyusunan Rencana Aksi Nasional HAM (RANHAM) bahwasanya untuk tahun 2020-2024 harus memperhatikan evaluasi pelaksanaan RANHAM 2015-2019, selain itu juga perlu dikombinasikan dengan data dari CSO dan/atau lembaga lainnya. RANHAM 2020-2024 tetap berangkat dari 4 sasaran, yaitu Hak anak, Hak perempuan, Hak masyarakat hukum adat, dan Hak penyandang disabilitas.

“Strategi RANHAM hanya kerangkanya saja, namun substansinya tetap berdasarkan 4 isu HAM yang akan diangkat. Sekretariat Bersama harus duduk lagi untuk membicarakan strategi RANHAM agar tidak gemuk strateginya sebab selama ini instansi hanya ditulis di Perpres tapi peranya tidak jelas”, papar Hafiz dari Human Rights Working Group. Bapak Mardiharto Tjokrowasito menambahkan “Sasaran RANHAM masih sangat umum, sehingga strategi harus lebih detail lagi untuk dapat menunjang sasaran. Jangan hanya output basis tapi outcome juga perlu dilihat, meskipun perlu effort untuk mengukurnya”.





Tuliskan Komentar